Menghitung Motor Blower Dust Collector

By | Juni 20, 2024
menghitung power motor blower dust collector

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman tentang cara menentukan dan menghitung motor blower dust collector yang benar. Kerap kami jumpai pada beberapa perusahaan yang memiliki dust collector system menggunakan power motor blower yang kurang sesuai. Ada yang terlalu besar powernya, sehingga konsumsi listriknya pun juga cukup besar dan boros. Ada pula yang terlalu kecil powernya, sehingga hisapan kurang maksimal dan debu masih beterbangan pada area produksi. Nah, dari hal tersebut saya ingin mengulas pengalaman tentang pembuatan dust collector system yang pernah kita kerjakan. Referensi pekerjaan dust collector system yang telah kita kerjakan dapat dilihat pada website Pandawa Group secara lengkap.

Cara Menghitung Motor Blower Dust Collector

Power motor blower menggunakan satuan kW (kilo watt) atau HP (horse power). Power terserbut selalu tercantum pada name plate motor listrik dan telah menjadi standar produksi pabrikan. Kecuali bila motor tersebut beli dengan kondisi bekas, terkadang tidak terdapat name plate pada body motornya. Namun hal tersebut bisa kita cari pada tabel dimensi dan tipe motor listrik agar kita mengetahui spesifikasi detail motor listrik tersebut. Semakin besar kW atau HP motor listrik akan semakin besar pula torsi yang dihasilkan. Namun apabila power kW atau HP tidak seimbang dengan kapasitas kerja blower tentu akan menjadi cost pengeluaran konsumsi listrik yang sia – sia.

Sebelum menghitung motor blower dust collector ada beberapa data yang perlu untuk diketahui, yaitu data kapasitas dust collector dan static pressure. Cara menghitung kapasitas dust collector system dan cara menghitung static pressure sudah pernah saya bahas pada artikel sebelumnya. Silahkan buka – buka artikel terkait agar pada kesempatan ini, saya dapat fokus membahas tentang cara menghitung kW motor blower dust collector.

Setelah kita mengetahui besarnya kapasitas dust collector system dan besaran static pressure. Kita dapat mengetahui power kW dengan menggunakan rumus di bawah ini.

kW = Q*▲P/(eff*1000)

Yang mana
kW adalah power satuan kW
Q adalah kapasitas dust collector system satuan m³/s
▲P adalah static pressure satuan pa
eff adalah efisiensi satuan persen

Contoh Kasus Perhitungan

Misal pada suatu dust collector system telah diketahui kapasitasnya Q = 5,1 m³/s dan static pressurenya ▲P = 4000 pa. Untuk menjaga keamanan motor blower agar tidak terlalu panas, kita bisa memberikan efisiensi motor 60%. Dari data terserbut kita dapat menghitung motor blower dust collector dengan rumus kW = Q*▲P/(eff*1000). Sehingga power motor blower dust collector tersebut adalah kW = 5,1 * 4000 / (60% * 1000) = 34,0 kW. Setelah tahu kW dari motor blower, kita dapat mengubah ke HP dengan mengalikan kW * 1,341. Jadi 34,0 * 1,341 = 45,6 HP.

Seperti itu tadi cara menentukan dan menghitung power motor dust collector system. Semoga sedikit sharing pada tulisan saya ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat dan membantu anda yang membutuhkan. Silahkan isi komentar di bawah ini bila ada pertanyaan seputar dust collector system maupun mesin industri. Tidak ada maksud untuk meggurui, namun saya berharap dengan sharing ini pengalaman kita akan lebih berkah dan bermanfaat. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *